Selasa, 06 Februari 2018

Alhamdulillah, kemarin bisa hadir di seminar Nasional "Zina dan LGBT dalam Tinjuan Konstitusi di gedung Nusantara V MPR RI, mewakili Remaja Prisma AT-TIN. Pemaparan yang begitu bagus oleh narasumber.

Dan alhamdulillah dapat amanah menjadi Panitia Talkshow LGBT dari MUSLIMAT Dewan Dakwah DKI Jakarta.

Semakin banyak ilmu dan banyak tahu itu LGBT.

Feminisme, Homoseksualisme dan Kemanusiaan. Dr. Henri Shalahuddin (Peneliti INSISTS bidang gender dan pemikiran islam)
Bangsa indonesia saat ini sedang mengalami fase-fase krisis nilai dan moralitas di tengah maraknya aktivitas pembangunan Nasional. Sekumpul LSM feminis dan aktivis perempuan dengan terbuka menjajakan ideologinya ke tengah-tengah masyarakat. Kritik terhadap apa yang mereka namakan sebagai "kontrol tubuh wanita" baik lingkup domestik maupun publik semakin keras disuarakan.

Menurutnya, kebebasan mengelola anggota tubuh adalah hak pemilik tubuh yang tidak boleh diintervensi agama dan negara. Termasuk hak untuk memutuskan waktu dan jumlah kehamilan, hak berhubungan seksual (baik dalam menentukan siapa parternya maupun waktunya), hak aborsi, model pakaian, dan lain-lain secara mutlak harus dikembalikan kepada perempuan.

Aktualisasi paham kebebasan bagi perempuan untuk mengelola tubuh mereka sendiri, melonggarkan batasan aurat dan pakaian di ranah publik inilah yang menjadi salah satu faktor tersebarnya praktik LGBT.

Kebijakan pemerintah yang berpihak kepada perkembangan faham kesetaraan gender, membuka peluang bagi aktivis LGBT untuk tampil secara terang-terangan di depan ruang publik.

Bersambung...

#ALIAINDONESIA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar